Tag Archives: Menggelar Tirakatan

Tradisi Unik Masyarakat Menghargai Kemerdekaan Indonesia

Indonesia ini adalah negara yang sangat amat kaya. Mungkin saja kalian disini pernah mendengar kalimat tersebut bukan ? ya nyatanya tidak hanya kaya saja akan keberagaman Kuliner, lalu keindahan Flora dan Fauna, Tradisi Budaya yang ada di Indonesia sampai akan membuat kalian benar-benar terkagum. Berbeda daerah, sudah pasti akan berbeda pula dengan adanya tradisi budaya yang kalian jalani. 

Lebih tepatnya tanggal 17 Agustus tahun 1945, yang sudah terjadi di tahun 2019 kemarin. Seluruh Bangsa Indonesia sendiri sudah memperingati 74 tahun dan di tahun ini telah merayakan ke 75 tahun atas Kemerdekaan Bangsa Indonesia. Umumnya untuk bisa memeriahkan peringatan hari Kemerdekaan Indonesia dari berbagai macam tempat seperti halnya Instansi perkantoran, sekolah sampai dengan Kompleks perumahan juga akan mengadakan berbagai macam perlombaan seru. Hingga pada akhirnya melangsungkan upacara bendera pada puncaknya. Namun bukan karena itu saja, ada beberapa daerah Indonesia yang memiliki tradisi cukup unik dengan cara mereka melakukan partisipasi di dalam merayakan hari Kemerdekaan Indonesia. 

Kira-kira, apa saja tradisi unik Masyarakat dalam Menghargai Kemerdekaan Indonesia selama ini di setiap daerah ? yuk cek apakah daerah kalian termasuk di dalamnya ? 

Kawasan Pulau Jawa Menggelar Tirakatan 

140 Tumpeng Meriahkan HUT Karanganyar

Untuk warga yang berada di sebagian besar Pulau Jawa sudah pasti memiliki tradisi yang akan selalu saja dilakukan saat malam menjelang di hari Kemerdekaan besoknya. Tradisi yang dinamai dengan Tirakatan ini diadakan memang tepat H-1 atau setiap tanggal 16 Agustus di malam hari. Acara daftar s1288 ini dilakukan sebagai salah satu tanda ucapan syukur atas kemerdekaan Indonesia. Tirakatan umumnya bisa dirayakan di setiap RT dalam acara tersebut ke semua warga negaranya yang memang akan berkumpul hanya untuk berdo’a bersama , lalu menyaksikan penampilan persembahan anak-anak dan juga warga setempat atau adanya pentas Wayang. Tak hanya itu saja, umumnya setiap kepala Keluarga akan membawa makanan yang kemudian dimakan bersama-sama dengan adanya warga lainnya. Selain sebagai tanda syukur atas kemerdekaan yang sudah diraih bangsa dan juga negara Indonesia, maka acara ini menjadi salah satu ajang Silaturahmi antar warga nantinya. 

Kawasan Pulau Batam Menggelar Lomba Sampan Layar 

Jadi yang namanya Lomba Sampan Layar ini sudah menjadi tradisi yang sejak lama ada yakni dari tahun 1959, dan juga terus saja berusaha dilestarikan sampai dengan detik ini. Dan setiap tahunnya, Lomba Sampan layar ini akan diadakan pada Hut RI yang jatuh tepat di tanggal 17 Agustus nanti. Sebagai info, dari tahun ke tahun, tradisi Lomba Sampan Layar semakin eksis saja hingga mampu menyerap langsung banyak Animo Masyarakat. 

Setiap perlombaan Sampan Layar , pastinya pelabuhan akan penuh dan juga sesak akibat pengunjung yang datang ini membludak. Semuanya benar-benar datang dengan antusias tinggi dalam menyaksikan perlombaan tersebut berlangsung. Diselenggarakannya perlombaan ini bisa mempererat hubungan antar masyarakat setempat. Dan untuk Lomba Sampan Layar ini memiliki beberapa Kelompok yang merupakan perwakilan dari setiap desa maupun kecamatan. Selain meriah dan juga seru, maka perlombaan ini juga dapat meningkatkan pentingnya Gotong Royong dalam kehidupan bermasyarakat. Hal ini dikarenakan, bergotong Royong, pekerjaan yang berat akan mudah untuk bisa kalian lakukan nantinya. 

Kawasan di provinsi Palembang Menggelar Festivall Telok Abang 

Tepatnya di Pulau Sumatera Selatan, yakni di Kota Palembang juga memiliki tradisi unik dalam menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus nanti. Nama festivalnya sendiri adalah Festival telok Abang atau Festival Telur Merah. Berbeda lagi dengan adanya tradisi kota lainnya yang mana melaksanakan berbagai macam perlombaan ataupun acara, dan di palembang untuk memasuki bulan Agustus akan banyak sekali para pedagang atau para penjual Telok Abang. Seperti pusatnya ada di Jl. Merdeka untuk salah satunya.

Warga Palembang Berebut 1.332 Telok Abang - Halaman 3 - Tribunnews.com

Telok Abang dikenal sebagai Telur Ayam yang nantinya diberi warna merah dan langsung saja diletakkan pada mainan yang terbuat langsung  dari kayu gabus berupa Kapal-Kapalan, Pesawat, dan ada juga beberapa jenis mainan lainnya. Lalu ketika mendekati tanggal 17 Agustus, maka para penjual atau para pedagang Telok Abang ini mulai menaikan jumlah dagangannya tersebut. Dan Mayoritas dari para pembeli bukanlah warga lokal, namun dari para wisatawan yang ingin menjadikan Telok Abang sebagai salah satu oleh-olehnya tersebut. 

Kawasan Pulau Jawa, daerah Semarang Menggelar Lari Obor Estafet

Semarang, adalah Ibukota bagi Provinsi Jawa Tengah yang mana memiliki tradisi taruhan yang sangat unik dalam merayakan adanya Hut RI seperti : Lari Obor Estafet. Yang mana di dalam tradisi ini para warga yang ikut serta berpartisipasi akan berlari sepanjang titik yang sudah ditentukan sembawi membawa obor. Tradisi yang sudah berlangsung selama puluhan tahun memiliki sebuah makna Filosofi yang sangat amat dalam, dimana obor ini dipercaya sebagai simbol semangat yang sudah berapi-api dari para pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan. Yang membuat Lari Obor Estafet ini jauh lebih seru adalah para warga masyarakat Semarang yang melakukan tradisi ini di malam hari. Dimana saat berlangsungnya acara tersebut, para warga masyarakat akan tumpah begitu saja di jalanan hanya untuk bisa menyaksikan serta bisa memberikan semangat atau dukungan langsung bagi para pelari di dalam festival tersebut. 

Lombok Menggelar Peresean

nilai dan pesan moral presean lombok - TOURISM INDONESIA

Di dalam memperingati hari kemerdekaan Indonesia, Suku Sasak yang ada di Pulau Lombok tepatnya di Nusa Tenggara Barat melakukan Peresean. kesenian tradisional Masyarakat Suku Sasak yang mana mempertarungkan adanya 2 lelaki bersenjatakan tongkat rotan dan juga perisai kulit Kerbau yang sangat amat tebal dan juga keras bernama Ende masuk dalam kategori dari Peresean. kesenian ini sendiri menjadi simbol keberanian dan juga ketangkasan dalam bertarung. Walau begitu, tetap saja memiliki pesan damai di dalamnya. Dan sudah dilansir langsung dalam Antara News yang terdapat di di situs journal.sociolla.com bahw Peresean ini awalnya hanya dipertontonkan kepada para turis hanya untuk program Visit Lombok tahun 2012, namun di tahun-tahun berikutnya bisa diadakan juga untuk memperingati Kemerdekaan RI. 

Tanah Gayo Mengadakan Pacuan Kuda 

Kota yang dijuluki sebagai Serambi Mekah ini memiliki sebuah tradisi yang unik dalam menyambut Hari Kemerdekaan dengan mempertontonkan langsung penunggang Kuda yang handal dalam Memacu sebuah ajang balapan. Bagi kebanyakan masyarakat di Aceh, balap kuda atau yang dineal dengan Pacuan Kuda ini menjadi salah satu warisan kebudayaan mereka yang sangat amat kental. Akan terasa ganjil jika bisa menyambut adanya hari Kemerdekaan Indonesia tanpa melaksanakan Pacuan Kuda ini. 

Pacuan Kuda Takengon, Atraksi Budaya di Tanah Gayo

Nah yang cukup unik, dari adanya acara ini para peserta dilarang untuk menggunakan Pelana disaat menunggangi kuda tersebut. Mereka juga dituntut untuk bisa terus menerus menjaga sebuah keseimbangan dan juga tidak jatuh dari atas badan kuda sampai menyentuh garis finish tanpa adanya bantuan dari Pelana. Peserta yang mengikuti perlombaan ini dari usia 12 Tahun sampai dengan 20 tahun. Dan demi terjaganya keamanan serta kenyamanan, maka perlombaan ini tidak mengikutsertakan para pesertanya yang berjenis kelamin wanita. 

Baiklah itu saja yang bisa kami sampaikan mengenai tradisi unik di masyarakat indonesia dalam menghargai adanya Hari Kemerdekaan Indonesia. Sekiranya adakah nama daerah kalian tinggal ? jika belum ada, mungkin di next artikel kita akan bahas lebih jauh lagi mengenai hal ini. Terima Kasih and See You … !