Tag Archives: Rumah Adat Maluku

Mengenal Keunikan Masyarakat Indonesia dari Rumah Adatnya

Kita tahu betul bahwa negara Indonesia ini sudah terdiri langsung dari 34 Provinsi, yang semuanya sudah tersebar dari ujung Sabang hingga Ujung Merauke. Nah dari tiap provinsi inilah, kaya sekali akan kebudayaan dan juga ciri khasnya tersendiri. Begitu pula ketika kalian melihat wilayah atau provinsi dari Maluku, dengan Ambon sebagai Ibukota resminya. Berada di kawasan Timur Tanah Air, Maluku sendiri memiliki letak posisi yang jauh lebih strategi lagi. 

Letaknya sendiri menjadi penghubung langsung antara wilayah Selatan yang Negara Australia dan Timor Leste, lalu dengan wilayah Utaranya yakni dari Maluku Utara dan juga Sulawesi. Provinsi Maluku juga sudah berada di jalur lintas Internasional yang sudah dilalui oleh 3 Alur Laut Kepulauan Indonesia atau singkatnya menjadi ALKI. posisi ini juga memiliki arti yang mana sangat amat strategis di bidang ekonomi, perdagangan serta dalam dunia Investasi. 

Sebagai salah satu daerah kepulauan, maka Maluku memiliki luas wilayah sebesar 712.480 km persegi dan terdiri dari sekitar 92,4% lautan dan sisannya sebesar 7,6% ini diisi oleh daratan dengan jumlah pulau kecilnya mencapai 1.412 buah pulau dan panjang garis pantai sebesar 10.662 KM. nah sejak tahun 2008 silam, Provinsi Maluku juga terdiri atas 9 Kabupaten dan juga 2 Kota. demikianlah laman ini benar-benar kami kutip dari situs resmi Provinsi Maluku yang direferensikan pada situs Rumah.co. 

Melihat Pesona Indah Rumah Adat Maluku 

Warisan kebudayaan yang dimiliki oleh kawasan Maluku memang sangat amat menakjubkan. Sebagai salah satu rekaman dasar saja, warisan budaya ini bisa dimanfaatkan demi kepentingan menggali ilmu pengetahuan, sejarah, dan kebudayaan lebih dalam lagi, sampai pada dampak di bidang ekonomi serta pariwisatanya juga ikut kena imbas baiknya. Jika ini semua masih terus menerus dilestarikan, maka warisan budaya seperti rumah adat Khas Penduduk Maluku juga bisa menarik para wisatawan ini secara Masif. 

Mengenai adanya Rumah Adat Maluku, maka kurang lebihnya kalian bisa melihat keunikannya sendiri dari 3 model yang bisa kalian ketahui. Ketiga model rumah tersebut seperti : 

Rumah Adat Baileo - All Desain

> Rumah Adat Baileo = bentuknya seperti rumah panggung atau rumah yang memiliki kolong, denah dari rumahnya hanya persegi. Bahan dasar rumah dari Kayu, Papan dan juga Daun Sagu sebagai atap dari rumah tersebut. Berbeda lagi dengan kebanyakan rumah adat di Indonesia, yang mana Rumah Adat Baileo ini dikenal memiliki ukuran yang sangat amat luas dan juga besar adanya. 

Surga' Lain Wilayah Indonesia Timur: Desa Sasadu - RUSMN

> Rumah Adat Sasadu = rumahnya juga mirip seperti rumah panggung, dengan adanya batang pohon sagu sebagai Pilar dan juga Anyaman daun sagu sebagai penutup atas atap rumah tersebut. Rumah adat ini juga tidak memiliki pintu dan dinding bagi penutup. Hebatnya, rumah ini ketika dibangun tanpa menggunakan bantuan Paku, melainkan dari bahan alam yakni Pasak Kayu. 

Budaya Maluku dan Maluku Utara. ~ Budaya Indonesiaku

> Rumah Adat Hibualamo = kalau untuk jenis yang satu ini unik, karena bentuk depannya seperti sudut / Octagon. Dengan ornamen di dalamnya berupa ukiran binatang pada bubungan rumah serta tiang-tiang penyangganya. 

Struktur Isian Gaya dari Rumah Baileo 

Ciri khas dari rumah ini memang ukurannya yang sangat besar, dan bisa digunakan sebagai tempat dari upacara adat – balai warga – dan juga sebagai tempat penyimpanan benda suci. Bisa dikatakan bentuk rumah yang satu ini berbeda jika kalian bandingkan langsung dengan rumah lain yang ada di sekitarnya. 

1) Gaya Arsitekturnya : ciri khasnya tidak memiliki dinding. Semuanya memang dimaknai agar nantinya roh nenek moyang bisa keluar masuk Rumah Baileo dengan sangat leluasa. Lalu rumahnya memiliki lantai diatas permukaan tanah, sebab bentuknya seperti rumah panggung. Dan hal ini agar nenek Moyan nantinya bisa memiliki tempat dan juga derajat jauh lebih tinggi dibandingkan dengan masyarakat. 

2) Ukiran Rumah : dari ukiran ini memiliki corak seperti 2 Ekor Ayam yang mana saling berhadap-hadapan dan juga sudah diapit langsung oleh 2 Ekor Anjing di kedua sisinya tersebut. Makna dari ukiran ini adalah kemakmuran dan juga kedamaian. Filosofi yang diambil juga agar roh nenek Moyang tetap bisa menjaga kehidupan masyarakat Maluku. Mengenai ukirannya, akan diletakan di atap dan bisa diberikan warna : Hitam – Merah serta Kuning. 

3) Keunikan Rumah Baileo : (a) Rumahnya sendiri tinggi dan tidak memiliki kerapatan dengan Tanah, (b) Terdapat Batu Pamali, (c) Diisi oleh 9 Tiang Penyangga, (d) Ukuran Rumahnya memang Harus Besar. 

Kelengkapan dari Rumah Sasadu 

Sebenarnya Sasadu dalam bahasa Sahu tidak memiliki makna, namun untuk bahasa Ternate berarti Menimba. Dan umumnya rumah ini akan dibangun di tengah desa dan tidak akan jauh dari jalan besar. Tujuannya sendiri agar nantinya  Rumah Sasadu mudah untuk bisa terjangkau oleh semua warga yang berasal dari penjuru kampung tersebut. 

1) Fungsi dari Hadirnya Rumah Sasadu = walau pada umumnya hanya untuk tempat bersantai atau berkumpul bagi masyarakatnya ketika tidak adanya perayaan, namun tetap saja fungsi utamanya sebagai tempat untuk penyelenggaraan berbagai macam upacara adat. Seperti : Pemilihan Ketua Adat yang baru – lalu bisa menyambut tamu yang baru saja tiba dari kampung lainnya atau hanya untuk merayakan perayaan panen di sana. 

2) Gaya Arsitekturnya = (a) bahan yang digunakan dari Bambu, Kayu atau dari Batang Pohon Kelapa. (b) langit-langit di bagian dalam rumahnya tersebut langsung terbuat dari susunan daun pada Pohon Sagu yang telah disatukan.. Nah untuk bisa menyatukan susunan daun sagu tersebut, maka dilakukan dengan cara mengikatnya pada tali bambu atau hanya menggunakan tali ijuk saja. 

Kebanyakan bahan pembuatan rumah ini berasal dari Alam. namun dalam perkembangannya, bisa digunakan juga pada bahan olahan pabrik. Lalu Rumah Sasadu Modern bisa memiliki lantai yang terbuat langsung dari semen dan alasannya sendiri selain bisa jauh lebih bersih, perawatannya juga bisa lebih mudah. 

Jika melihat bentuk aslinya, maka lantai dari Rumah Sasadu ini terbuat dari tanah setinggi 30 hingga 40 cm yang bisa didapatkan, kemudian sebagai penopang lantai ini bisa digunakan batu kali disusun langsung dengan membentuk sudut delapan. Nah bagian atap rumah yang asli, terbuat langsung dari inuk dan sekarang ini berganti dengan atap seng. Akan tetapi, untuk Rumah Sasadu yang paling besar diketahui ukurannya 9×6 meter. 

Filosofi hadirnya Rumah Sasadu – bisa dibangun dengan adanya arsitektur yang mencerminkan adat istiadat Suku Sahu. rumah ini juga dibuat pendek agar nantinya setiap orang bisa dengan mudah masuk ke dalamnya. Dan hal ini juga memiliki tujuan agar nantinya setiap orang bisa saling menghormati dan juga tetap sekali patuh terhadap adanya adat istiadat yang mana diwariskan oleh para leluhurnya. 

Untuk Sasadunya sendiri diibaratkan sebagai kapal perang Kerajaan Ternate bagi suku Sahu. untuk Kapal Perang yang mana merapat ke pantai disebut sebagai Kagungan Tego Tego. dan inilah yang mampu membuat Rumah Sasadu selalu saja dibangun ke arah daratan dan juga Gunung. Lalu lokasinya masih berada di tengah kampung.